Skip to main content

Posts

Showing posts with the label jatuh cinta
I think, woman’s logic are easy to understand. First, it may seems so hard to understand what her true feelings are. But the point is: she just wants to be with you. She would sacrifice anything to hold the seconds that you spent together a little longer. She’s just so in love with you, that she misses you really bad but at the same time doesn’t want to bother you. She wants to understand you though she know it hurts, to go back and being left alone. What she does is based on you--what you might think about it Will it bother you? Will it annoy you? Will it turn you bored to death? But the feeling is still hers, so it’s clearly a contrary for what she feels and what she does, She has no idea about what is she doing towards you, that unfortunately turns you so f...very confused But believe me, she just doesn’t want to bother you nevertheless of how hurt she is Is the logic still hard to understand? Still, the point is: She just wants to be with you . Period. Faradilla...
mabuk terima kasih telah datang dan menawarkan cawan asa hmm, diriku bagai piala kerontang yang merindukan anggur manismu biar kureguk dan kuteguk suka cita dan semangatmu dan basahi kerongkonganku biaskan dahaga akan cintamu tuan, aku minta segelas lagi. picture courtesy of matty-ian
kembali, untuk dirimu aku bersajak jika sampai dirimu oh cahayaku melihatku berlagu untukmu, akankah kau beranjak? aku tak peduli, wahai engkau rintik hujan yang membasahi jendela hati karena sudah menjadi diri untuk memujamu berhari-hari bahkan di tiap malam yang kelam saat mata hanya menerjemahkan buram oh hanya dirimu wahai pujangga alam yang menari-nari di hari dini hingga temaram maukah kau tak beranjak, dan disini... diam?
untuk dirimu, ya hanya kamu wahai engkau harta ruangan ini mentari bagi jendela mutiara bagi sudutnya dan engkaulah kata-kata di setiap buku yang kubaca aku masih dan akan selalu mengagumimu. di senja berhujan, di sudut ruangan itu
JENDELA I aku mencintaimu bagai daun yang berbisik seolah dukanya tak sampai kepada hujan aku mencintaimu bagai angin yang mendesau seolah keluhnya tak sampai kepada awan bagai berwudhu dalam subuhku, engkau menampar dari lenaku. namun aku tak mau berhenti, aku tak mau zikir embun di awal pagi JENDELA II hanya aku dan Tuhan yang tahu, tapi tak apa. karena duka daun pun tak pernah sampai kepada hujan keluh angin pun tak pernah sampai kepada awan namun mereka bercinta bersama, menyebut nama Tuhan bagai sang sufi aku ingin berzikir bersamamu, maukah kau jadi imam dalam salatku? JENDELA III oh Tuhan, wahai rasa rindu yang tak tertahan mengapa kau desaukan angin? sehingga menggoyang daun-daun yang bergemerisik menggodaku, "aku tahu kau merindukan dirinya," bolehkah aku mencintai makhluk-Mu, Tuhan? (14022010, sekre sef)