Skip to main content

Posts

Showing posts with the label puisi
ber-ha-la bapak bersorban luka berjubah amarah gemuruh napasnya merapal kepal-kepal mengeja ceceran kepala bebal jika pandawa kafir kotor berdosa, apakah itu di etalase? haute couture dan keanggunan? berhala, bagi paha-paha yang terbuka
mabuk terima kasih telah datang dan menawarkan cawan asa hmm, diriku bagai piala kerontang yang merindukan anggur manismu biar kureguk dan kuteguk suka cita dan semangatmu dan basahi kerongkonganku biaskan dahaga akan cintamu tuan, aku minta segelas lagi. picture courtesy of matty-ian
kembali, untuk dirimu aku bersajak jika sampai dirimu oh cahayaku melihatku berlagu untukmu, akankah kau beranjak? aku tak peduli, wahai engkau rintik hujan yang membasahi jendela hati karena sudah menjadi diri untuk memujamu berhari-hari bahkan di tiap malam yang kelam saat mata hanya menerjemahkan buram oh hanya dirimu wahai pujangga alam yang menari-nari di hari dini hingga temaram maukah kau tak beranjak, dan disini... diam?
untuk dirimu, ya hanya kamu wahai engkau harta ruangan ini mentari bagi jendela mutiara bagi sudutnya dan engkaulah kata-kata di setiap buku yang kubaca aku masih dan akan selalu mengagumimu. di senja berhujan, di sudut ruangan itu